menapic.com – Lonjakan harga tiket transportasi menyambut Lebaran memaksa banyak pemudik untuk memikirkan trik alternatif agar tetap bisa pulang kampung. Salah satunya adalah metode perjalanan estafet yang diterapkan oleh Sagita Christiawan, seorang pemudik asal Cilegon yang akan menuju Nganjuk, Jawa Timur.
Ketika bertemu di Terminal Harjamukti Cirebon, Sagita menjelaskan bahwa ia memilih cara ini untuk menekan biaya transportasi. Ia memulai perjalanannya dengan menggunakan kereta dari Cilegon menuju Bekasi Timur, kemudian melanjutkan perjalanan hingga ke Cirebon. “Saya naiknya estafet, dari Cilegon naik kereta ke Bekasi Timur, lalu lanjut lagi sampai ke Cirebon,” ungkapnya pada Sabtu (21/3/2026).
Menurut Sagita, harga tiket langsung menuju Jawa Timur mengalami kenaikan signifikan menjelang Lebaran. Biasanya, tiket dapat dibeli seharga sekitar Rp410 ribu, namun kini melonjak hingga Rp1,1 juta. “Naiknya bisa sampai 120 sampai 130 persen,” tambahnya. Kenaikan harga tiket ini tentunya berdampak pada banyak pemudik yang ingin merayakan Lebaran bersama keluarga.
Tingginya permintaan akan tiket transportasi menjelang hari raya menjadi salah satu penyebab utama dari lonjakan harga ini. Para pemudik pun dihadapkan pada pilihan sulit: tetap membayar lebih untuk tiket langsung atau mencari cara alternatif untuk menghemat biaya. Dengan cara estafet, diharapkan para pemudik dapat menemukan solusi untuk perjalanan yang lebih terjangkau sekaligus tetap aman.
Dalam konteks ini, strategi pemudik seperti Sagita menunjukkan kecerdikan dan kemampuan beradaptasi di tengah tantangan yang muncul menjelang momen penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.