menapic.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pergerakan saham yang beragam dari 19 hingga 23 Januari 2026, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan sebesar 1,37%. IHSG ditutup di level 8.951 setelah sebelumnya berada di posisi 9.075. Meskipun demikian, indeks sempat mencapai rekor tertinggi di level 9.134 pada perdagangan Selasa, 20 Januari.
Dalam pekan tersebut, sejumlah saham mengalami penurunan signifikan atau termasuk dalam daftar top losers. PT Yeloo Integra Datanet Tbk (YELO) tercatat sebagai saham dengan koreksi terdalam, merosot 31,82% dari harga Rp132 menjadi Rp90 per saham. Di urutan kedua, PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) dan PT Petrosea Tbk (PTRO) masing-masing mengalami penurunan sebesar 28,88%.
Selain itu, saham PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) juga tertekan, jatuh 25,40%. Diikuti oleh PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) yang melemah 21,88%. Data statistik dari BEI menunjukkan bahwa beberapa saham lain seperti PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS), PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO), dan PT Soho Global Health Tbk (SOHO) juga mengalami penurunan, meskipun dengan penurunan yang lebih terbatas.
Pergerakan pasar yang fluktuatif ini mencerminkan berbagai faktor ekonomi dan sentimen pelaku pasar yang mempengaruhi keputusan investasi. Dengan demikian, para investor diminta untuk tetap waspada dan mempertimbangkan risiko dalam pengambilan keputusan. Penutupan akhir pekan menunjukkan dinamika pasar yang kompleks dan bergejolak, memberikan gambaran mendalam tentang kondisi investasi di Indonesia.