menapic.com – Austria mengumumkan rencana untuk melarang penggunaan media sosial bagi anak-anak di bawah usia 14 tahun. Kebijakan ini muncul sebagai respons terhadap kekhawatiran global mengenai dampak negatif algoritma digital terhadap kesehatan mental generasi muda. Keputusan tersebut diambil setelah melalui serangkaian negosiasi dalam pemerintahan koalisi yang dipimpin oleh Wakil Kanselir Andreas Babler dari Partai Sosial Demokrat.
Babler menekankan pentingnya perlindungan anak dari kecanduan media sosial yang dapat menyebabkan masalah kesehatan. Ia menyamakan isu ini dengan peraturan mengenai alkohol dan tembakau, menyatakan bahwa harus ada regulasi yang jelas di dunia digital. Selain itu, Menteri Pendidikan Austria, Christoph Wiederkehr, menggarisbawahi bahaya paparan media sosial tanpa batasan.
Detail teknis mengenai larangan ini masih dalam proses perancangan, dengan Sekretaris Negara untuk Digitalisasi, Alexander Pröll, mengindikasikan bahwa rancangan undang-undang (RUU) akan dipresentasikan pada akhir Juni. RUU ini diharapkan mencakup mekanisme verifikasi usia yang ketat bagi pengguna media sosial.
Inisiatif ini sejalan dengan tren global, di mana negara-negara seperti Australia dan Prancis telah memberlakukan aturan serupa untuk anak-anak. Namun, kebijakan ini menghadapi kritikan dari oposisi, seperti Christian Hafenecker dari Partai Kebebasan, yang menganggapnya sebagai serangan terhadap kebebasan berekspresi.
Meskipun demikian, analis politik Thomas Hofer mencatat bahwa kebijakan ini cukup populer di kalangan orang tua yang merasa prihatin terhadap pengaruh media sosial terhadap anak-anak. Selain larangan media sosial, pemerintah Austria juga mereformasi kurikulum pendidikan menengah dengan penambahan pelajaran tentang demokrasi dan kecerdasan buatan, serta pengurangan jam pelajaran bahasa Latin.