menapic.com – Pemerintah Indonesia bergerak cepat dalam penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk korban bencana alam di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Inisiatif ini melibatkan bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yang akan menerapkan skema jemput bola. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak terhambat oleh proses administratif dan dapat segera mendapatkan bantuan yang menjadi hak mereka.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, menyatakan bahwa tujuan utama dari langkah ini adalah untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat yang terdampak bencana. Penyaluran DTH diharapkan dapat menjangkau semua warga yang berhak menerima, sehingga dapat meringankan beban mereka dalam situasi yang sulit.
“Sistem ini akan memudahkan distribusi dana karena pihak bank akan turun langsung ke lokasi, termasuk dusun, kecamatan, dan titik pengungsian. Ini akan memastikan bantuan dapat diterima masyarakat tanpa kesulitan,” ungkap Abdul Muhari dalam konferensi pers yang dilaksanakan pada Minggu, 28 Desember 2025.
Inisiatif ini sebagai upaya pemerintah untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya dalam penanganan bencana, diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana dan meminimalisasi dampak negatif yang dapat ditimbulkan akibat lambatnya penyaluran bantuan. Dengan langkah ini, diharapkan seluruh masyarakat yang terkena dampak bencana dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan normal.