menapic.com – Penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) akan dilaksanakan secara konsisten sepanjang tahun 2026. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, dalam konferensi pers di Jakarta. Tujuan dari program ini adalah menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Rizal menjelaskan bahwa pada tahun sebelumnya, penyaluran beras SPHP berjalan tidak sepenuhnya, hanya berlangsung selama delapan bulan. Hal ini disebabkan oleh adanya kebijakan pemerintah yang mengatur periode penugasan. Pada 2025, penyaluran SPHP dilakukan secara selektif tergantung pada masa panen, dengan rekapitulasi distribusi mencapai 181 ribu ton pada Januari-Februari 2025 sebelum dihentikan saat panen raya. Program tersebut kembali dilanjutkan setelah panen, dan realisasi penyaluran beras SPHP sepanjang tahun 2025 mencapai 802.939 ton dari target tahunan 1,5 juta ton.
Program SPHP diharapkan dapat mengintervensi harga di pasar dan menjaga daya beli masyarakat. Meskipun penyaluran akan tetap dilakukan, penyesuaian volume akan diterapkan pada saat puncak panen untuk mencegah tekanan pada harga gabah petani, khususnya di daerah sentra produksi seperti Jawa dan Sumatera. Di luar sentra produksi, penyaluran tetap berlangsung normal untuk memastikan ketersediaan beras terjangkau bagi masyarakat.
Target penyaluran beras SPHP tahun 2026 tetap sama dengan tahun sebelumnya, yakni 1,5 juta ton. Beras tersebut akan dijual dengan harga eceran tertinggi yang ditetapkan berdasarkan zona, mulai dari Rp12.500 hingga Rp13.500 per kilogram. Langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi keseluruhan masyarakat Indonesia.