menapic.com – Biaya penggunaan mobil listrik dinilai lebih efisien dibandingkan mobil konvensional, menurut Ketua Umum Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (KOLEKSI) Arwani Hidayat. Dalam penjelasan yang disampaikan, biaya operasional untuk kendaraan listrik (EV) dalam kota rata-rata sekitar Rp250 per kilometer, sedangkan untuk perjalanan luar kota mencapai Rp350 per kilometer. Sebaliknya, untuk mobil konvensional, biaya dalam kota bisa mencapai Rp1.000 per kilometer dan luar kota hingga Rp1.200 per kilometer.
Pertumbuhan infrastruktur pendukung mobil listrik juga menunjukkan perkembangan signifikan. PT PLN (Persero) bersama mitra telah menyediakan 4.655 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di berbagai daerah, dengan 3.007 lokasi tersedia pada tahun 2025. Selain itu, layanan pengisian di rumah telah digunakan oleh 70.250 pelanggan pada akhir tahun 2025.
Meskipun demikian, Arwani mengungkapkan bahwa pertumbuhan pengguna mobil listrik pada awal tahun ini mengalami pelambatan. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran konsumen terhadap kemungkinan pencabutan insentif pemerintah untuk pembelian kendaraan elektrik. Namun, ia berharap di kuartal kedua, pertumbuhan tersebut akan meningkat, terutama dipicu oleh tingginya harga bahan bakar minyak akibat konflik di Timur Tengah, yang dapat mendorong masyarakat beralih ke kendaraan elektrik.
Perang yang melibatkan negara-negara seperti Amerika Serikat, Israel, dan Iran diperkirakan berkontribusi pada peningkatan biaya bahan bakar, sehingga mendorong masyarakat untuk mempertimbangkan opsi mobil listrik yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan.