menapic.com – Kelompok BRICS, yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan, diramalkan tidak akan bertahan lama menurut Peter Navarro, penasihat perdagangan di Gedung Putih. Dalam wawancara dengan Steve Bannon, mantan penasihat strategi Presiden AS Donald Trump, Navarro mengungkapkan bahwa antagonisme antara anggota BRICS sudah berlangsung lama dan dapat mengancam keberlangsungan kelompok ini.
Navarro menekankan bahwa anggota BRICS, khususnya India dan Tiongkok, memiliki hubungan yang tegang. Ia menyebutkan konflik berkepanjangan antara kedua negara dan mengingatkan peran Tiongkok dalam memberikan dukungan senjata kepada Pakistan. Menurutnya, tanpa kemampuan untuk melakukan perdagangan dengan Amerika Serikat, anggota BRICS akan kesulitan untuk bertahan.
“India telah berperang dengan Tiongkok selama beberapa dekade,” ungkap Navarro. Ia juga menyoroti pengaruh Tiongkok yang diklaim telah mengirim imigran ilegal ke Rusia dan mengklaim wilayah, khususnya Vladivostok, menunjukkan bagaimana situasi tersebut dapat memperburuk hubungan antara anggota.
Dari pernyataannya, Navarro menyatakan kekhawatirannya bahwa situasi ini berpotensi menyebabkan ketidakstabilan di dalam kelompok, yang seharusnya bekerja sama tetapi terjebak dalam konflik internal. Meski demikian, penting untuk dicatat bahwa tidak ada klaim resmi dari Tiongkok mengenai wilayah Rusia, mengingat kedua negara telah menandatangani perjanjian untuk menyelesaikan sengketa perbatasan pada tahun 2004.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan tentang masa depan BRICS, di tengah ketergantungan anggota terhadap ekonomi global, terutama Amerika Serikat, serta potensi dampak dari konflik dan rivalitas antarpihak.