menapic.com – Pabrikan otomotif asal China, BYD, menyatakan harapan untuk memperpanjang insentif kendaraan listrik hingga tahun 2026. Ini bertujuan agar peningkatan penjualan kendaraan ramah lingkungan dapat berlanjut. Dalam pernyataan resmi, Luther Pandjaitan, Kepala Hubungan Publik dan Pemerintah BYD Indonesia, mengungkapkan bahwa perpanjangan ini bukan hanya untuk keuntungan perusahaan mereka, tetapi juga untuk semua produsen kendaraan berbasis baterai di tanah air.
Luther menekankan bahwa dengan meningkatnya pengguna kendaraan listrik, masyarakat akan merasakan manfaat signifikan, termasuk pengurangan polusi yang lebih baik. “Kami berharap tren positif ini dapat terjadi dan semakin banyak orang yang beralih ke kendaraan listrik, berkontribusi dalam transisi energi,” katanya dalam sebuah acara di Bogor, Jawa Barat, baru-baru ini.
Namun, jika insentif tersebut tidak diperpanjang, Luther mengkhawatirkan penurunan kepercayaan diri untuk berkembangnya penjualan kendaraan listrik. Dia mencatat bahwa konsistensi dalam kebijakan insentif sangat penting untuk pertumbuhan di sektor ini.
Dalam beberapa waktu terakhir, BYD mencatat hasil penjualan yang baik, dengan total 40.151 unit terjual, sehingga mengukuhkan market share mereka sebesar 5,7 persen di Indonesia. Meski begitu, pemerintah telah menetapkan batasan terkait fasilitas impor kendaraan listrik utuh yang hanya berlaku hingga akhir tahun 2025. Sejak 1 Januari 2026, produsen wajib memenuhi komitmen produksi lokal.
Ke depan, tantangan bagi BYD dan sektor kendaraan listrik di Indonesia adalah bagaimana bisa beradaptasi dengan regulasi yang lebih ketat dan memastikan ciri lokal di dalam produk mereka.