menapic.com – Sejumlah isu penting di sektor ekonomi menjadi sorotan pada Kamis (2/10), termasuk pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengenai pengolahan data penerima subsidi LPG serta penegasan pemerintah Indonesia kepada Uni Eropa untuk menghormati keputusan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait biodiesel.
Bahlil Lahadalia menanggapi pertanyaan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai tingginya subsidi LPG. Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menegaskan bahwa data penerima subsidi tersebut masih dalam tahap pematangan. Dia menambahkan bahwa hal ini penting untuk memastikan distribusi subsidi yang tepat sasaran dan efisien.
Selain itu, pemerintah Indonesia juga meminta Uni Eropa untuk mengadopsi keputusan WTO yang relevan dengan kebijakan countervailing duties (CVD) terhadap biodiesel Indonesia. Permintaan ini disampaikan berkaitan dengan putusan Panel Sengketa DS618 yang diumumkan pada 26 September 2025. Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki hubungan perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa dalam sektor energi terbarukan.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan pemangkasan dana transfer ke daerah yang telah dijadwalkan. Menurutnya, meskipun ada pemotongan, anggaran netto untuk daerah justru akan meningkat melalui program-program yang diatur oleh pemerintah pusat.
Dalam berita lain, PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa penyaluran bahan bakar minyak tetap aman meskipun terjadi kebakaran di kilang Pertamina Internasional di Dumai, Riau. Sementara itu, Bank Rakyat Indonesia (BRI) melaporkan bahwa volume transaksi melalui AgenBRILink telah mencapai Rp1.145,22 triliun pada periode Januari hingga Agustus 2025, menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam layanan perbankan digital.