menapic.com – Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa dunia bawah laut purba di Laut Utara dan Laut Baltik menyimpan kunci penting untuk memahami peradaban kuno. Menurut data yang diperoleh, kawasan ini dulunya merupakan dataran luas yang dihuni oleh peradaban manusia purba sekitar 8.000 hingga 6.000 SM. Akibat Zaman Es, permukaan air meningkat, menenggelamkan wilayah tersebut serta menghilangkan jejak peradaban di dalamnya.
Kolaborasi penelitian yang dikenal sebagai SUBNORDICA melibatkan beberapa institusi termasuk Pusat Penelitian Lanskap Bawah Laut Universitas Bradford, Survei Geologi TNO Belanda, Institut Kelautan Flanders, dan Universitas York. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi Doggerland, sebuah daratan purba yang tenggelam sekitar 8.200 tahun yang lalu. Area ini dianggap sebagai salah satu lokasi paling menarik untuk mengkaji pemukiman prasejarah di benua Eropa.
Vincent Gaffney, pemimpin Pusat Penelitian Bentang Alam Bawah Laut, menjelaskan bahwa 20.000 tahun lalu, permukaan laut global berada 130 meter lebih rendah. Dengan fenomena pemanasan global saat ini, bentang alam yang telah menjadi tempat tinggal manusia ini kini hilang. Gaffney juga menekankan pentingnya penelitian ini dalam konteks pengembangan berkelanjutan dan pencapaian emisi karbon nol.
Research seperti ini menjadi semakin mendesak, mengingat ribuan tahun yang lalu ada tambahan luas 7,7 juta mil persegi wilayah yang terendam, di mana 1,16 juta mil persegi di antaranya kini berada sepanjang garis pantai Eropa. Tim peneliti berencana menggunakan teknologi mutakhir untuk menjelajahi sisa-sisa peradaban yang hilang ini guna mengungkap lebih banyak tentang sejarah manusia purba di kawasan tersebut.