menapic.com – Pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,04% pada kuartal III 2025, mencerminkan perbaikan signifikan dalam aktivitas industri dan investasi. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani. Menurutnya, angka tersebut sejalan dengan ekspektasi pelaku usaha yang sebelumnya memprediksi pertumbuhan sedikit di atas 5%.
Shinta menambahkan bahwa pencapaian ini didukung oleh data Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur yang menunjukkan tren positif serta pencapaian target investasi yang memenuhi harapan hingga kuartal ini. Dalam acara Economic Outlook 2026 di Jakarta, ia menegaskan bahwa stabilitas pertumbuhan ekonomi ini menjadi indikasi positif bagi perekonomian Indonesia.
Lebih lanjut, Shinta menjelaskan bahwa terdapat perubahan struktural dalam pertumbuhan ekonomi. Sebelumnya, sektor manufaktur padat karya menjadi mesin penggerak utama, namun kini pergeseran terjadi ke sektor jasa dan industri padat modal. Sektor tersier kini menyumbang kontribusi tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan sektor jasa lainnya meningkat sebesar 11,3%, jasa perusahaan 9,3%, serta transportasi dan pergudangan yang tumbuh sebesar 8,5%.
Hal ini menunjukkan bahwa meski terdapat tantangan, sektor-sektor tertentu mampu beradaptasi dan tumbuh pesat, membawa harapan bagi masa depan perekonomian Indonesia. Situasi ini juga mencerminkan kepercayaan pelaku usaha yang optimis terhadap prospek ekonomi ke depan. Pertumbuhan ekonomi yang stabil diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat.