menapic.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya pengelolaan pertambangan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Dalam upacara yang berlangsung di Monumen Nasional, Jakarta, pada Jumat, Bahlil menggarisbawahi bahwa eksploitasi tambang tidak boleh dilakukan dengan pendekatan sekali pakai, melainkan harus dijaga kelestariannya untuk generasi mendatang.
Bahlil mengungkapkan bahwa keberlanjutan dalam praktik pertambangan sangatlah vital, tidak hanya untuk lingkungan tetapi juga untuk masyarakat di sekitar lokasi pertambangan. Ia menyatakan keprihatinan tentang penguasaan sektor ini oleh pengusaha besar, dan mendorong partisipasi pengusaha lokal serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam pengelolaan sumber daya alam.
Selain menekankan isu keberlanjutan, Bahlil juga merinci sejumlah capaian Kementerian ESDM dalam setahun terakhir. Lifting minyak mencatatkan rata-rata 605-607 ribu barel per hari dari Januari hingga Oktober, melebihi target APBN. Selain itu, terdapat implementasi mandatori biodiesel 40 (B40) dan pendukung bagi usaha kecil dan menengah (UKM) untuk terlibat dalam industri pertambangan.
Dalam upacara tersebut, Menteri Bahlil juga menyampaikan rencana kenaikan tunjangan bagi aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di Kementerian ESDM. Ia mengajak semua pegawai untuk memberikan kontribusi maksimal dan mengingatkan bahwa tindakan di luar prosedur dapat berakibat pada sanksi. Bahlil berharap, dengan langkah-langkah ini, target penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dapat tercapai hingga akhir tahun.