menapic.com – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) saat ini masih menunggu hasil investigasi terkait insiden mobil listrik Hyundai IONIQ 5 yang mogok di Bogor, Jawa Barat. Kepala Operasional HMID, Fransiscus Soerjopranoto, menyampaikan bahwa data mengenai kejadian tersebut telah dikirimkan dan pihaknya menunggu informasi lebih lanjut.
Insiden mogoknya Hyundai IONIQ 5 terjadi ketika mobil yang berwarna putih tersebut tiba-tiba mati di tengah jalan, meskipun baterainya dalam kondisi terisi penuh. Video kejadian tersebut segera menyebar di media sosial, mengundang perhatian publik.
Fransiscus menegaskan bahwa mobil yang bermasalah tersebut telah ditangani dengan baik dan kini sudah diserahkan kembali kepada konsumen. Dia menambahkan, dealer Hyundai Cibinong memberikan respons cepat dalam mengatasi masalah ini. Konsumen dapat menggunakan tombol SOS di dalam mobil untuk menghubungi layanan bantuan dengan segera.
“Dealer merespons dengan cepat, mobil langsung ditangani, dan kini sudah kembali kepada pemiliknya,” kata Fransiscus. Ia juga menjamin bahwa kendaraan yang dijual Hyundai selama tiga tahun atau 100 ribu kilometer akan terus mendapatkan layanan pemeliharaan.
Dari keterangan yang diberikan, mobil listrik Hyundai IONIQ 5 ditawarkan dengan harga mulai dari Rp738 juta hingga Rp845 juta per unit. Fransiscus menghimbau konsumen agar tidak khawatir, karena mereka berkomitmen untuk memberikan pelayanan maksimal selama masa garansi.