menapic.com – Kamar Dagang Hainan Indonesia (KDHI) resmi dibentuk untuk memperkuat hubungan ekonomi, perdagangan, teknologi, dan budaya antara Indonesia dan China, khususnya Provinsi Hainan. Peresmian serta pelantikan dewan pengurus periode pertama KDHI dilaksanakan pada Jumat, 12 Desember 2025, di Jakarta.
Wakil Ketua Harian KDHI, Ayudha, menjelaskan bahwa pembentukan kamar dagang ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan industri perdagangan nasional di tengah meningkatnya hubungan ekonomi antara kedua negara. Ia menekankan, nilai perdagangan yang terus meningkat menunjukkan potensi besar dalam kerjasama ekonomi antara Indonesia dan China.
“Nilai perdagangan kedua negara semakin meningkat dan menunjukkan potensi kerjasama yang sangat besar. Kehadiran Kamar Dagang Hainan Indonesia diharapkan menjadi jembatan efektif bagi pelaku usaha kedua negara,” ungkap Ayudha dalam keterangan pers, Sabtu, 13 Desember 2025.
Menurut data terkini, nilai perdagangan antara Indonesia dan China mencapai USD 70,8 miliar pada paruh pertama tahun 2025, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 15,5 persen. Angka ini memperkuat posisi China sebagai mitra dagang terbesar bagi Indonesia baik dalam hal ekspor maupun impor.
KDHI diharapkan dapat memfasilitasi berbagai peluang bagi pengusaha Indonesia dan Hainan untuk menjajaki kerja sama yang lebih erat di berbagai sektor. Dengan demikian, Kamar Dagang Hainan Indonesia berperan penting dalam meningkatkan keterlibatan dan pertumbuhan ekonomi kedua negara. Pembentukan ini juga diharapkan dapat mendorong inovasi dan pertukaran teknologi antara wilayah Indonesia dan Hainan.