menapic.com – Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengungkapkan bahwa perisai pelindung di lokasi bencana nuklir Chernobyl, Ukraina, kini tidak mampu menjalankan fungsi utamanya. Kerusakan signifikan pada struktur yang dikenal dengan nama New Safe Confinement (NSC) terjadi akibat serangan drone pada 14 Februari lalu, yang diduga dilakukan oleh Rusia. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada 5 Desember, IAEA menyatakan bahwa lapisan pelindung tersebut telah kehilangan kemampuan menahan radiasi, sehingga menimbulkan risiko baru bagi keselamatan nuklir di kawasan tersebut.
Kepala IAEA, Rafael Mariano Grossi, menegaskan pentingnya renovasi segera untuk menghindari kerusakan yang lebih parah. Meskipun ada perbaikan darurat yang dibatasi pada bagian atap, kerusakan yang terjadi memerlukan tindakan lebih komprehensif. Grossi menekankan bahwa pemulihan tepat waktu adalah kunci untuk menjamin keselamatan jangka panjang.
Kronologi kejadian bermula ketika Ukraina menuduh Rusia menyerang kawasan NSC yang terletak di Chernobyl. Kremlin membantah tuduhan tersebut, namun kekhawatiran tetap mengemuka lantaran kawasan itu sempat diduduki pasukan Rusia pada awal invasi Ukraina tahun 2022.
NSC merupakan struktur baja besar yang dirancang untuk menutup reaktor nomor 4 yang meledak pada tahun 1986, menjadikannya sebagai bencana nuklir terburuk dalam sejarah. Pembangunan NSC, yang dimulai pada 2010 dan selesai pada 2019, menelan biaya sekitar €2,1 miliar, didanai oleh lebih dari 45 negara dan organisasi internasional.
Kerusakan terbaru ini menambah kompleksitas situasi di Chernobyl, yang sudah berdekade-dekade menjadi fokus perhatian global setelah tragedi tersebut. IAEA kembali menekankan perlunya tindakan cepat untuk memulihkan keamanan di situs bersejarah ini guna melindungi generasi mendatang dari potensi ancaman radiasi.