menapic.com – Seorang pria di Jepang telah ditangkap setelah diduga menciptakan lebih dari 500.000 gambar pornografi menggunakan aplikasi kecerdasan buatan (AI). Tindakannya yang melanggar hukum ini melibatkan penjualan gambar-gambar tersebut secara online, menurut pernyataan resmi dari pihak kepolisian.
Tersangka, yang diidentifikasi sebagai Tetsuro Chiba, merupakan seorang pengangguran berusia 31 tahun dan tinggal di Sapporo, Jepang utara. Ia ditangkap oleh polisi Tokyo pada tanggal yang belum ditentukan, setelah mereka menemukan bahwa ia telah memposting konten pornografi secara online. Juru bicara polisi menyatakan bahwa antara Desember 2024 dan Mei 2025, Chiba memungkinkan pengguna internet untuk mengakses 14 file gambar pornografi dengan biaya tertentu.
Penting untuk dicatat bahwa peristiwa ini mencerminkan kekhawatiran global yang semakin meningkat mengenai penyalahgunaan teknologi AI. Penggunaan itu tidak hanya menciptakan gambar yang menyesatkan tetapi juga memperburuk masalah privasi dan keamanan bagi individu yang menjadi target, terutama wanita. Praktik pembuatan gambar “deepfake” ini telah menarik perhatian berbagai pihak, menciptakan debat tentang etika dan regulasi penggunaan AI.
Setelah penangkapan ini, otoritas di Jepang diharapkan dapat memperketat regulasi terkait penggunaan teknologi AI dalam pembuatan konten, untuk mencegah terjadinya pelanggaran serupa di masa mendatang. Penangkapan Tetsuro Chiba juga menjadi pengingat akan tanggung jawab pengguna teknologi dalam memanfaatkan alat canggih ini secara etis.