menapic.com – Perdagangan Rusia dengan mitra utama, China dan India, semakin menjauhi penggunaan dolar Amerika Serikat (AS). Dalam pengumuman terkini, Pemerintah Rusia menyatakan bahwa hampir seluruh transaksi dagang dengan kedua negara tersebut kini diselesaikan menggunakan mata uang lokal. Langkah ini merupakan bagian dari upaya dedolarisasi yang semakin berkembang di kawasan BRICS.
Dalam lima tahun terakhir, nilai perdagangan antara Rusia dan India menunjukkan pertumbuhan signifikan, mencapai sekitar USD 68 miliar pada 2024–2025, dengan lebih dari 90% transaksi kini dilakukan dalam rubel dan rupee. Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia, Denis Manturov, menyatakan pentingnya kelancaran pembayaran timbal balik dan mengonfirmasi bahwa Rusia telah berhasil mengalihkan sebagian besar pembayaran ke mata uang nasional.
Duta Besar Rusia untuk India, Denis Alipov, menjelaskan bahwa mekanisme baru ini menawarkan stabilitas dan keuntungan dalam hubungan dagang antara kedua negara. Sebanyak 90% dari transaksi kini dilakukan secara langsung dalam mata uang lokal, berkat penggunaan Rekening Vostro Khusus Rupee yang disetujui oleh Bank Sentral India. Sistem ini memungkinkan entitas Rusia untuk menyimpan dan membelanjakan rupee tanpa bergantung pada infrastruktur keuangan berbasis dolar.
Pergerakan ini dianggap sebagai salah satu transformasi finansial signifikan dalam hubungan ekonomi Rusia dalam beberapa tahun terakhir. Dengan meningkatnya ketegangan global dan kebijakan internasional yang terus berubah, Rusia berupaya memperkuat posisinya melalui diversifikasi mata uang dalam perdagangan dengan mitra strategisnya, yaitu China dan India, demi menciptakan stabilitas ekonomi yang lebih baik.