menapic.com – VinFast, produsen kendaraan asal Vietnam, menghadapi tantangan serius di pasar otomotif Amerika Serikat, di mana penjualannya mengalami penurunan yang signifikan. Dalam sepuluh bulan pertama tahun 2025, hanya sekitar 1.413 kendaraan VinFast terdaftar, menyusut 57 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini memunculkan kekhawatiran terkait keberlangsungan perusahaan di pasar yang kompetitif ini.
VinFast saat ini memasarkan model crossover VF 8 dan VF 9. Namun, ambisi mereka untuk memperkenalkan model VF 3 dan truk pikap tampaknya terhambat. Penurunan penjualan juga diikuti dengan berkurangnya jumlah dealer yang menjual kendaraan mereka, yang saat ini tinggal kurang dari dua lusin setelah beberapa dealer ditutup pada bulan Juli dan November.
Laporan menunjukkan bahwa banyak dealer yang tersisa tidak memiliki stok kendaraan yang cukup, dengan sebagian besar hanya memiliki 15 unit atau kurang. Contohnya, satu dealer di Florida hanya tersedia satu unit VF 8 tahun 2024 dengan harga 52.910 dolar AS. Rencana sebelumnya untuk memiliki 125 dealer dan membuka ratusan gerai di seluruh AS pada 2024 kini tampak tidak realistis.
Pembangunan pabrik VinFast di North Carolina, yang dimulai pada tahun 2023, juga menghadapi pembatasan, sehingga pengoperasiannya ditunda hingga 2028. Thuy Thu Le, pemimpin VinFast, menginformasikan bahwa langkah ekspansi ke pasar AS akan ditangguhkan hingga situasi pasar stabil. Saat ini, fokus perusahaan adalah menjaga hubungan dengan dealer yang ada agar mencapai profitabilitas lebih cepat.