menapic.com – Strok mata adalah kondisi medis serius yang terjadi akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah pada retina, yang dapat mengakibatkan penurunan penglihatan hingga kebutaan. Menurut dr. Dinda Arken Devona, spesialis mata dari Primaya Hospital Bekasi Barat, gejala strok mata mirip dengan strok otak dan dapat terjadi secara mendadak.
Ada tiga jenis strok mata yang dibedakan berdasarkan lokasi penyumbatan, yakni oklusi retina sentral, oklusi retina cabang, dan artritis sel raksasa. Oklusi retina sentral adalah penyumbatan pada pembuluh darah utama yang menghubungkan saraf mata, dan tanpa penanganan yang tepat, dapat menyebabkan kebutaan. Sementara itu, oklusi retina cabang terjadi ketika pembuluh darah cabang terhambat, yang mengakibatkan visi kabur dan potensi kehilangan penglihatan.
Artritis sel raksasa, di sisi lain, melibatkan peradangan lapisan arteri dan dapat menimbulkan gejala seperti pandangan kabur, demam, serta nyeri sendi. Penyebab utama dari strok mata adalah pecahnya atau tersumbatnya pembuluh darah yang menuju retina. Faktor risiko lain meliputi penyakit kardiovaskular, diabetes, dan kolesterol tinggi.
Gejala strok mata dapat bervariasi, tetapi sering meliputi pandangan kabur dan kehilangan penglihatan mendadak, umumnya terjadi pada satu mata. Kejadian ini sering berlangsung tiba-tiba tanpa peringatan sebelumnya, terutama untuk oklusi retina sentral, yang bisa menyebabkan penurunan daya penglihatan yang signifikan.
Pengobatan untuk strok mata biasanya melibatkan administrasi obat-obatan seperti tetes mata, prosedur terapi laser, serta intervensi untuk mengeluarkan cairan dari mata. Penanganan yang cepat sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada penglihatan.