menapic.com – Temuan baru di Spanyol barat memberikan harapan bagi kemandirian pasokan bahan baku baterai Eropa. Berkeley Energia melaporkan hasil pengeboran di wilayah Conchas, dekat Fuentes de Oñoro, yang menunjukkan keberadaan zona dangkal kaya lithium dan rubidium dengan ketebalan mencapai 60 meter. Pengeboran dilakukan di area seluas sekitar 31 kilometer persegi menggunakan metode reverse circulation dan diamond drilling.
Hasil uji dari pengeboran menunjukkan lapisan dengan kadar 0,50% lithium oksida dari permukaan sampai kedalaman 60 meter, serta interval lain setebal 14 meter dengan kadar 0,95% lithium oksida dari kedalaman 40 meter. Untuk itu, Robert Behets, Penjabat Direktur Pelaksana Berkeley Energia Limited, mengungkapkan bahwa hasil program pengeboran ini sangat menjanjikan, mengonfirmasi zona mineralisasi yang kaya akan lithium dan rubidium.
Zona temuan terletak pada formasi granit pucat kaya mika, yang umum mengandung kedua unsur tersebut. Rubidium, yang termasuk mineral kritis di Amerika Serikat, berperan penting dalam industri teknologi tinggi seperti pembuatan kaca khusus dan jam atom. Berkeley kini tengah menyiapkan model 3D hasil pengeboran dan uji metalurgi awal untuk menentukan metode ekstraksi terbaik. Data ini akan menjadi acuan dalam perencanaan tambang dan potensi produksi.
Dengan meningkatnya kebutuhan lithium di Eropa akibat pertumbuhan kendaraan listrik, Uni Eropa menargetkan 10% pasokan bahan utama dari tambang domestik pada 2030. Spanyol, bersama Portugal dan Prancis, menjadi fokus eksplorasi lithium dan jika proyek Conchas berhasil, wilayah Salamanca bisa menjadi pusat industri baterai baru. Namun, perlu diingat bahwa ekspansi sumber daya sering menghadapi pengawasan ketat dari kelompok lingkungan. Berkeley berkomitmen untuk menjalankan studi lingkungan yang transparan dan berkolaborasi dengan masyarakat setempat, serta melakukan uji tahap awal untuk menentukan potensi produksi yang menggembirakan.