menapic.com – Ekspor magnet tanah jarang (rare earth) asal China mengalami pemulihan signifikan, mencapai level tertinggi dalam enam bulan pada Juli 2025. Data dari Administrasi Umum Bea Cukai menunjukkan bahwa ekspor meningkat hampir 75 persen dari bulan sebelumnya, menjadi 5.577 ton metrik. Ini menandakan bahwa aliran perdagangan mineral krusial untuk kendaraan listrik kembali normal setelah mengalami pembatasan yang diberlakukan oleh Beijing.
Menurut analisis, volume ekspor kali ini juga lebih tinggi 5,7 persen jika dibandingkan dengan 5.278 ton yang dikirim pada bulan yang sama tahun lalu. Pemulihan ini berkaitan erat dengan kebijakan baru yang disepakati antara China, Amerika Serikat, dan Eropa, yang bertujuan untuk meningkatkan pengiriman dan melonggarkan kontrol ekspor yang selama ini ketat.
Pada bulan April dan Mei, ekspor mengalami penurunan tajam akibat proses persetujuan lisensi yang berlangsung lama, mengganggu rantai pasokan global. Akibatnya, sejumlah produsen mobil di luar China terpaksa menghentikan sebagian produksi karena kekurangan bahan baku tanah jarang.
Sebagaimana diungkapkan para analis, pemulihan ini penting bagi industri kendaraan listrik yang mengandalkan magnet tanah jarang. Ketersediaan material ini sangat vital untuk memenuhi permintaan global yang terus meningkat. Melalui langkah-langkah baru, China berusaha menjamin stabilitas pasokan demi mempertahankan posisinya sebagai pemasok utama di pasar internasional.
Dengan perkembangan ini, harapan akan kelanjutan pertumbuhan sektor ini semakin menjanjikan, mengingat ketergantungan dunia terhadap komponen kendaraan listrik dan teknologi ramah lingkungan yang terus meningkat.