menapic.com – Huawei Mate X6, ponsel lipat premium yang dibanderol dengan harga Rp29,9 juta di Indonesia, sedang menjadi sorotan publik. Hal ini terjadi setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh intelijen Amerika Serikat pada awal Januari 2026, di mana Maduro sebelumnya memamerkan perangkat tersebut sebagai simbol keamanan digital yang tidak dapat diretas oleh pihak asing.
Perangkat ini, yang diberikan oleh Presiden China Xi Jinping kepada Maduro, memicu perdebatan global mengenai klaim keamanan yang disampaikannya. Meskipun klaim ini kini dipertanyakan, Minat masyarakat terhadap Huawei Mate X6 mengalami lonjakan. Harga yang ditawarkan, setara dengan harga mobil bekas, menimbulkan pertanyaan mengenai fitur dan kualitas apa saja yang dimiliki ponsel ini.
Huawei Mate X6 tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga dianggap sebagai karya rekayasa yang memukau. Dengan ketebalan hanya 4,6 mm saat dibuka, ponsel ini hampir setipis buku tulis dan menebal menjadi 9,85 mm saat dilipat. Desainnya mengandalkan material serat karbon, menjadikannya tidak hanya elegan tetapi juga kokoh.
Meskipun terdapat spekulasi tentang sejauh mana keamanan yang ditawarkan, banyak pihak penasaran untuk mengetahui apakah ponsel ini benar-benar dapat memenuhi klaim keamanan digital yang diusung. Dengan berbagai spesifikasi menarik dan harga yang fantastis, Huawei Mate X6 menjadi topik hangat di kalangan pengguna teknologi, khususnya di Indonesia.
Keberadaan Huawei Mate X6 dalam konteks geopolitik menjadi lebih menonjol, dan banyak yang akan memantau bagaimana perangkat ini bertindak sebagai simbol teknologi dalam suasana yang penuh ketegangan saat ini.