menapic.com – Kondisi kondusif di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), selama dan pasca unjuk rasa berpengaruh positif terhadap okupansi hotel di wilayah tersebut. Dedy Jhon Hidayat, pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTT, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi NTT dan Forkopimda yang menggelar doa bersama lintas agama pada 31 Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan menjaga kedamaian dan stabilitas di daerah.
Dengan situasi yang lebih tenang, Dedy menilai citra positif Kota Kupang semakin terjaga, yang tentunya menguntungkan sektor pariwisata dan perhotelan. PHRI juga berusaha untuk meyakinkan wisatawan luar daerah bahwa kondisi di Kupang kini aman, sehingga mendorong mereka untuk berkunjung.
Meskipun terdapat penurunan okupansi hotel di awal September akibat situasi nasional, Dedy optimis bahwa kondisi ini akan segera berbalik. Ia menyebutkan okupansi hotel di NTT mencapai hampir 60 persen secara year-to-date pada tahun ini, dengan bulan Agustus menjadi yang tertinggi pada 80 persen. PHRI mengharapkan dengan kembalinya kegiatan di hotel dan event “Tour de Entete” yang akan berlangsung dari 10 hingga 21 September, okupansi akan meningkat kembali.
Dedy menekankan komitmen PHRI untuk memberikan pelayanan maksimal dalam menyambut kegiatan tersebut, demi kelancaran acara yang dinilai penting bagi kebangkitan sektor pariwisata di NTT. Adanya optimisme ini diharapkan bisa mendatangkan lebih banyak tamu, terutama dari daerah seperti Surabaya, Bali, Makassar, dan Jakarta.