menapic.com – KU Culinary Atelier di Ubud kini hadir dengan nama baru, menggantikan klaim sebelumnya sebagai restoran KU. Dipimpin oleh Chef Syrco Bakker, tempat tersebut berkomitmen menghadirkan pengalaman kuliner fine dining yang mengedepankan filosofi memasak intuitif dan bersantap yang penuh kesadaran. Transformasi ini tidak hanya sekadar pergantian nama, melainkan juga penegasan akan dedikasi terhadap kualitas dan seni memasak.
Mengadopsi istilah Prancis “atelier” yang berarti lokakarya, KU Culinary Atelier berfungsi sebagai ruang untuk eksplorasi kreativitas dan teknis kuliner. Chef Syrco menekankan pentingnya setiap hidangan sebagai narasi yang mencerminkan penghubung antara alam, manusia, dan tujuan yang lebih dalam. Nilai-nilai seperti traceability, nature, dan transparency diintegrasikan dalam setiap sajian untuk menciptakan pengalaman yang autentik bagi para tamu.
Dengan kapasitas terbatas 12 kursi dan menu yang terdiri dari 11 sajian, restoran ini menawarkan atmosfer intim di mana tamu dan koki dapat berinteraksi langsung. Format ini tidak hanya menarik secara kuliner, tetapi juga menciptakan koneksi emosional dengan setiap bahan makanan, dari ladang hingga meja makan. Pendekatan ini menantang pandangan konvensional tentang kemewahan kuliner, yang kini lebih mengutamakan kesadaran dan keintiman.
Syrco BASÈ, yang mencakup berbagai konsep kuliner lainnya, baru-baru ini mendapatkan pengakuan sebagai salah satu dari 30 Restoran Terbaik di Indonesia. Dalam upaya menunjukkan komitmen terhadap inovasi, KU Culinary Atelier juga berpartisipasi dalam Ubud Food Festival 2025 dengan menyelenggarakan beberapa sesi Four Hands Dinners yang menggandingkan Chef Syrco dan koki ternama lainnya.
Dengan segala inovasi dan koneksinya, KU Culinary Atelier berupaya menjadikan setiap makanan sebagai pengalaman yang menggugah seluruh indera dan mengajak pengunjung untuk menghargai makna yang terkandung di dalamnya.