menapic.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pasar tradisional di Yogyakarta, khususnya Pasar Beringharjo dan Teras Malioboro 1, masih menunjukkan aktivitas yang hidup dan omzet yang tinggi. Pernyataan ini disampaikan setelah Purbaya melakukan kunjungan langsung pada Selasa lalu, di mana ia menyaksikan kondisi pasar yang ramai, bertentangan dengan pandangan sejumlah pengamat yang menyatakan bahwa pasar tradisional berada dalam kondisi sekarat.
Dalam kunjungannya, Purbaya mengungkapkan, “Omzet di sini bisa mencapai Rp2 triliun. Kita berharap ekonomi semakin membaik ke depannya.” Meskipun situasi pemulihan ekonomi pascapandemi masih tidak merata, Purbaya melihat adanya tren positif di pusat-pusat perdagangan lainnya seperti Pasar Tanah Abang dan area perdagangan di Bandung.
Dampak positif tersebut tidak hanya terlihat dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari daya saing produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Yogyakarta. Purbaya mencatat bahwa produk-produk di daerah ini memiliki kualitas yang baik dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan Jakarta. “Saya belanja cukup banyak, karena di sini harganya sangat bagus,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Purbaya juga didampingi oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang turut meninjau aktivitas pedagang. Kunjungan ini juga mencakup pemantauan pemanfaatan Dana Keistimewaan DIY di Teras Malioboro 1. Dengan kondisi yang semakin baik, Purbaya optimistis likuiditas di kalangan pedagang di Yogyakarta akan terus meningkat.