menapic.com – Kelulusan 13 perusahaan besi dan baja dari program Corporate Assistance Program (CAP) Batch 3.0 menunjukkan langkah nyata industri dalam mendukung dekarbonisasi nasional. Sektor swasta di Indonesia diharapkan berperan penting dalam mengurangi emisi, terutama untuk subsektor besi dan baja yang dikenal sebagai penyumbang emisi signifikan. Saat ini, industri ini menyumbang sekitar 34% dari total emisi domestik dan menghasilkan sekitar 32 juta ton setara CO₂ pada 2023.
Program CAP Batch 3.0, yang difasilitasi oleh KADIN Net Zero Hub, WRI Indonesia, dan IBCSD, menyediakan pendampingan teknis untuk membantu perusahaan merumuskan strategi dekarbonisasi sesuai dengan target nasional net-zero pada 2050. Dalam acara kelulusan yang diadakan di Jakarta, Shinta W. Kamdani, Wakil Ketua Umum KADIN, menekankan bahwa dekarbonisasi merupakan peluang strategis bagi Indonesia untuk bersaing di tingkat global, sekaligus menjaga lingkungan bagi generasi mendatang.
Memasuki program CAP Batch 3.0 yang dimulai pada 29 April 2025, peserta mendapatkan dukungan untuk menyusun inventarisasi emisi gas rumah kaca, menetapkan target berbasis sains, dan merancang strategi awal dekarbonisasi selama lima bulan. Proses ini melibatkan pelatihan, pembagian praktik terbaik, serta konsultasi langsung dengan mentor.
Dodiet Prasetyo, Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian, menambahkan bahwa inisiatif seperti CAP sejalan dengan kebijakan nasional, termasuk penyusunan Peta Jalan Dekarbonisasi di sektor industri. Program ini tidak hanya membantu perusahaan memahami pentingnya dekarbonisasi, tetapi juga memberi mereka panduan praktis untuk menerapkannya dalam operasi mereka.