menapic.com – Peralihan dari kendaraan bermesin pembakaran internal ke kendaraan listrik di Indonesia membuka banyak peluang usaha. Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Otomotif, Hasstriansyah, menyatakan bahwa ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai membawa potensi yang signifikan. Hal ini diungkapkan dalam sebuah acara di Jakarta pada Kamis.
Menurut Hasstriansyah, pengusaha dapat mengambil peran sebagai pemasok, distributor, atau bahkan dalam pembuatan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Ia menekankan bahwa sektor teknologi informasi juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam mendukung operasional SPKLU melalui solusi teknologi yang tepat.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keberadaan SPKLU tidak terlepas dari unsur teknologi informasi, yang mencakup pengembangan aplikasi untuk menunjang fungsinya. Selain itu, keberadaan SPKLU dapat menguntungkan pengusaha di sektor kuliner, seperti rumah makan dan kafe, serta penyedia perlengkapan keselamatan, seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Data dari Gabungan Industri Kendaraan Indonesia (Gaikindo) menunjukkan peningkatan signifikan dalam penjualan mobil listrik. Dari total penjualan sebanyak 374.740 kendaraan pada Januari hingga Juni 2025, sebanyak 36.611 unit merupakan mobil listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV). Ini artinya, pangsa pasar BEV di Indonesia mencapai 9,77 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 0,08 persen pada periode yang sama tahun 2021.
Peningkatan ini mencerminkan perubahan besar dalam preferensi masyarakat menuju penggunaan kendaraan elektrik, yang diharapkan akan terus berlanjut seiring dengan berkembangnya infrastruktur dan teknologi di sektor ini.