menapic.com – Laporan terbaru mengenai residu pestisida pada sayuran dan buah-buahan telah dirilis oleh Environmental Working Group (EWG) pada tanggal 24 Maret 2026. Dalam daftar “Dirty Dozen”, bayam dan stroberi menduduki peringkat teratas sebagai produk dengan kadar pestisida tertinggi. Dalam laporan tersebut, EWG menyimpulkan hasil uji lebih dari 54.000 sampel dari 47 jenis produk pangan yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat.
Temuan mengejutkan dari laporan ini adalah lebih dari 60% sampel dalam daftar “Dirty Dozen” mengandung zat kimia berbahaya yang dikenal dengan nama PFAS (perfluoroalkyl and polyfluoroalkyl substances), yang sulit terurai dan dikenal sebagai “zat kimia abadi”. Paparan PFAS telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk risiko kanker, obesitas, dan gangguan tiroid.
Bernadette Del Chiaro, Wakil Presiden Senior EWG untuk operasi California, menyayangkan penggunaan pestisida ini, mengingat efeknya terhadap kesehatan anak-anak. Para ahli juga mengingatkan bahwa paparan campuran berbagai jenis pestisida dapat meningkatkan risiko cacat lahir dan masalah kesehatan lainnya pada anak-anak dan janin.
Walaupun penelitian ini menuai perhatian, pihak industri seperti Alliance for Food and Farming (AFF) berargumen bahwa petani sudah mengikuti protokol keselamatan yang ketat dan bahwa 99% residu yang ditemukan masih di bawah ambang batas aman yang ditetapkan.
Untuk mengurangi paparan pestisida, EWG juga merilis daftar “Clean Fifteen”, yang mencakup produk dengan residu terendah seperti alpukat, jagung manis, dan nanas. Para ahli menyarankan konsumen untuk memilih produk organik dari daftar “Dirty Dozen” atau mencuci sayuran dan buah dengan benar untuk menghilangkan residu yang mungkin ada.